Jelaskan Alasan Startup yang Tidak Mampu Bertahan: Pelajari Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh Para Pendiri

Anda mungkin sudah pernah mendengar istilah startup. Startup adalah bisnis baru yang berbasis teknologi dan memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Startup biasanya menawarkan solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan atau masalah pasar yang belum terpenuhi. Beberapa contoh startup yang sukses adalah Google, Facebook, Airbnb, dan Grab.

Kantor startup - alasan startup tidak mampu bertahan

Namun, tidak semua startup berhasil bertahan di pasar yang kompetitif. Menurut data dari CB Insights, lebih dari dua pertiga startup gagal memberikan pengembalian positif kepada investor. Bahkan, sebagian besar startup gagal dalam waktu lima tahun pertama. Lalu, apa alasan startup yang tidak mampu bertahan? Artikel ini akan menjelaskan alasan tersebut, serta memberikan tips untuk menghindari kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para pendiri.

Alasan Startup yang Tidak Mampu Bertahan

Berdasarkan analisis dari 110+ post-mortem startup yang gagal, CB Insights mengidentifikasi 12 alasan utama startup yang tidak mampu bertahan. Berikut adalah alasan tersebut, beserta contoh nyata dari beberapa startup yang mengalaminya:

  • Tidak ada kebutuhan pasar

Alasan ini merupakan alasan paling sering disebutkan oleh para pendiri startup yang gagal. Alasan ini berarti bahwa produk atau layanan yang ditawarkan oleh startup tidak sesuai dengan kebutuhan atau masalah pasar. Dengan kata lain, tidak ada orang yang mau membeli atau menggunakan produk atau layanan tersebut. Contoh startup yang gagal karena alasan ini adalah Treehouse Logic, sebuah platform desain produk kustom. Pendirinya mengakui bahwa mereka tidak berhasil menemukan pasar yang cukup besar dan bersedia membayar untuk layanan mereka.

  • Kehabisan uang

Alasan ini merupakan alasan kedua paling sering disebutkan oleh para pendiri startup yang gagal. Alasan ini berarti bahwa startup tidak dapat menghasilkan pendapatan atau mendapatkan pendanaan yang cukup untuk menutupi biaya operasional mereka. Dengan kata lain, startup tidak dapat mencapai titik impas atau profitabilitas. Contoh startup yang gagal karena alasan ini adalah Flud, sebuah aplikasi agregator berita sosial. Pendirinya mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengumpulkan dana seri A karena kurangnya traksi pengguna dan pendapatan.

  • Tidak memiliki tim atau kepemimpinan yang tepat

Alasan ini merupakan alasan ketiga paling sering disebutkan oleh para pendiri startup yang gagal. Alasan ini berarti bahwa startup tidak memiliki orang-orang yang berkualitas, berkompeten, dan berkomitmen untuk menjalankan bisnis mereka. Dengan kata lain, startup tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai. Contoh startup yang gagal karena alasan ini adalah Everpix, sebuah aplikasi penyimpanan foto online. Pendirinya mengungkapkan bahwa mereka memiliki masalah internal dalam tim mereka, seperti kurangnya visi bersama, komunikasi buruk, dan konflik antar anggota.

  • Menghadapi persaingan atau perubahan pasar

Alasan ini merupakan alasan keempat paling sering disebutkan oleh para pendiri startup yang gagal. Alasan ini berarti bahwa startup tidak dapat bersaing atau beradaptasi dengan pesaing atau kondisi pasar yang berubah. Dengan kata lain, startup tidak memiliki keunggulan kompetitif atau fleksibilitas. Contoh startup yang gagal karena alasan ini adalah Rdio, sebuah layanan streaming musik. Pendirinya mengatakan bahwa mereka kalah saing dengan Spotify, yang memiliki model bisnis yang lebih baik, lebih banyak konten, dan lebih banyak pengguna.

  • Memiliki model bisnis atau produk yang buruk

Alasan ini merupakan alasan kelima paling sering disebutkan oleh para pendiri startup yang gagal. Alasan ini berarti bahwa startup tidak dapat menawarkan nilai tambah yang jelas, menarik, dan berbeda kepada pelanggan mereka. Dengan kata lain, startup tidak memiliki proposisi nilai yang kuat. Contoh startup yang gagal karena alasan ini adalah Quirky, sebuah platform inovasi produk crowdsourcing. Pendirinya mengaku bahwa mereka membuat produk yang tidak diinginkan oleh pasar, tidak memiliki strategi harga yang tepat, dan tidak memiliki kontrol kualitas yang baik.

  • Masalah harga atau biaya

Alasan ini merupakan alasan keenam paling sering disebutkan oleh para pendiri startup yang gagal. Alasan ini berarti bahwa startup tidak dapat menetapkan harga produk atau layanan mereka dengan cara yang sesuai dengan nilai yang mereka berikan dan dengan biaya yang mereka keluarkan. Dengan kata lain, startup tidak memiliki margin keuntungan yang sehat. Contoh startup yang gagal karena alasan ini adalah Homejoy, sebuah platform pembersihan rumah on-demand. Pendirinya mengatakan bahwa mereka tidak dapat menaikkan harga layanan mereka karena persaingan yang ketat, sementara biaya akuisisi pelanggan dan operasional mereka terlalu tinggi.

Selain keenam alasan di atas, ada juga alasan lain yang menyebabkan startup tidak mampu bertahan, seperti kurangnya umpan balik atau gairah pelanggan, pemasaran atau waktu peluncuran yang buruk, masalah hukum atau regulasi, masalah teknis atau operasional, masalah etika atau sosial, atau masalah kesehatan atau pribadi.

Tips untuk Menghindari Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh Para Pendiri

Setelah mengetahui alasan-alasan startup yang tidak mampu bertahan, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara menghindari kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para pendiri. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan peluang keberhasilan startup Anda:

    • Lakukan riset pasar secara mendalam

Riset pasar untuk meningkatkan peluang bisnis

Sebelum Anda memulai bisnis Anda, Anda harus melakukan riset pasar secara mendalam untuk memastikan bahwa ada kebutuhan dan permintaan pasar untuk produk atau layanan Anda. Anda harus mengidentifikasi siapa pelanggan potensial Anda, apa masalah atau kebutuhan mereka, apa solusi alternatif yang sudah ada di pasar, dan apa nilai tambah yang dapat Anda tawarkan kepada mereka. Anda juga harus melakukan validasi pasar dengan melakukan survei, wawancara, atau tes produk kepada pelanggan potensial Anda untuk mendapatkan umpan balik dan saran dari mereka.

    • Buat model bisnis yang jelas dan realistis

Setelah Anda menemukan ide bisnis Anda, Anda harus membuat model bisnis yang jelas dan realistis untuk menjalankan bisnis Anda. Anda harus menentukan visi dan misi Anda, proposisi nilai Anda, segmen pasar Anda, saluran distribusi Anda, sumber pendapatan Anda, struktur biaya Anda, sumber daya kunci Anda, aktivitas kunci Anda, dan mitra kunci Anda. Anda juga harus membuat proyeksi keuangan dan rencana pertumbuhan Anda dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi dan risiko-risiko yang ada.

    • Bangun tim atau kepemimpinan yang tepat

Untuk menjalankan bisnis Anda dengan baik, Anda harus bangun tim atau kepemimpinan yang tepat. Anda harus merekrut orang-orang yang memiliki keterampilan dan pengalaman

NEXT

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *