Analisis dalam Arsitektur: Langkah-Langkah, Jenis-Jenis

Analisi arsitektur

Analisis dalam arsitektur adalah proses yang dilakukan oleh arsitek untuk memahami, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan proyek desain. Melibatkan pengumpulan data, pengolahan data, pengambilan kesimpulan, dan penyusunan strategi. Analisis dalam arsitektur sangat penting untuk menghasilkan desain yang berkualitas, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna.

Berikut adalah langkah-langkah yang umum dilakukan dalam analisis dalam arsitektur:

  • Mengidentifikasi masalah

Langkah pertama adalah menentukan apa yang menjadi tujuan, latar belakang, ruang lingkup, dan batasan dari proyek desain. Arsitek harus mengetahui apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, dan tantangan dari pengguna, klien, dan pihak-pihak terkait lainnya. Arsitek juga harus mengetahui apa yang menjadi visi, misi, dan nilai-nilai dari proyek desain.

  • Mengumpulkan data

Langkah kedua adalah mengumpulkan data yang relevan dan valid untuk mendukung analisis. Data dapat berupa data primer atau sekunder, kuantitatif atau kualitatif, objektif atau subjektif. Data dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti observasi, survei, wawancara, studi literatur, studi kasus, studi banding, dan lain-lain. Harus disesuaikan dengan jenis dan skala proyek desain.

  • Mengolah data

Langkah ketiga adalah mengolah data yang telah dikumpulkan menjadi informasi yang bermakna dan berguna. Pengolahan data dapat meliputi penyaringan, pengelompokan, pengkodean, penghitungan, penggambaran, dan lain-lain. Pengolahan data harus dilakukan dengan cara yang sistematis, logis, dan kritis. Harus menghasilkan output yang dapat dipahami, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan.

  • Mengambil kesimpulan

Langkah keempat adalah mengambil kesimpulan dari informasi yang telah diolah. Kesimpulan adalah hasil akhir dari analisis yang berupa jawaban, solusi, atau rekomendasi terhadap masalah yang telah diidentifikasi. Harus didasarkan pada fakta, data, dan logika. Kesimpulan harus jelas, tegas, dan konsisten. Dapat diuji, dibuktikan, dan dipertanggungjawabkan.

  • Menyusun strategi

Langkah kelima adalah menyusun strategi untuk menerapkan kesimpulan dalam proyek desain. Strategi adalah rencana aksi yang berisi langkah-langkah, metode, teknik, dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan proyek desain. Harus sesuai dengan kesimpulan, data, dan masalah. Strategi harus realistis, fleksibel, dan efektif. Harus dapat dievaluasi, dimonitor, dan dikontrol.

Selain langkah-langkah, analisis dalam arsitektur juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung pada aspek-aspek yang dianalisis. Berikut adalah beberapa jenis analisis dalam arsitektur yang sering digunakan:

  • Analisis tapak

Analisis tapak adalah analisis yang berfokus pada kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan dari lokasi proyek desain. Analisis tapak meliputi analisis terhadap topografi, iklim, vegetasi, hidrologi, geologi, infrastruktur, aksesibilitas, sirkulasi, pergerakan matahari, arah angin, kebisingan, view, dan lain-lain. Bertujuan untuk mengetahui potensi, kelemahan, peluang, dan ancaman dari tapak, serta menentukan konsep, orientasi, dan zonasi dari proyek desain.

  • Analisis fungsi

Analisis fungsi adalah analisis yang berfokus pada kegiatan, proses, dan hubungan yang terjadi dalam proyek desain. Meliputi analisis terhadap kebutuhan, preferensi, perilaku, dan karakteristik dari pengguna, klien, dan pihak-pihak terkait lainnya. Juga meliputi analisis terhadap ruang, aktivitas, sirkulasi, interaksi, dan komunikasi yang terjadi dalam proyek desain. Bertujuan untuk mengetahui kebutuhan, kepuasan, dan kenyamanan dari pengguna, klien, dan pihak-pihak terkait lainnya, serta menentukan fungsi, ukuran, bentuk, dan tata letak dari ruang-ruang dalam proyek desain.

  • Analisis bentuk

Analisis bentuk adalah analisis yang berfokus pada aspek estetika, artistik, dan simbolik dari proyek desain. Analisis bentuk meliputi analisis terhadap gaya, tema, konsep, warna, tekstur, material, proporsi, komposisi, dan ekspresi dari proyek desain. Juga meliputi analisis terhadap konteks, referensi, inspirasi, dan pesan yang ingin disampaikan oleh proyek desain. Bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai, identitas, dan citra dari proyek desain, serta menentukan bentuk, karakter, dan suasana dari proyek desain.

  • Analisis struktur

Analisis struktur adalah analisis yang berfokus pada aspek teknis, mekanis, dan konstruksi dari proyek desain. Analisis struktur meliputi analisis terhadap sistem, elemen, komponen, dan detail dari proyek desain. Juga meliputi analisis terhadap beban, gaya, pergerakan, stabilitas, dan keamanan dari proyek desain. Bertujuan untuk mengetahui kinerja, efisiensi, dan kualitas dari proyek desain, serta menentukan metode, teknik, dan alat yang akan digunakan untuk merealisasikan proyek desain.

Contoh penerapan analisis dalam arsitektur dalam proyek desain adalah sebagai berikut:

 

  • Mengidentifikasi masalah

Arsitek tersebut menentukan bahwa tujuan dari proyek desain adalah untuk menciptakan sebuah rumah tinggal yang nyaman, hangat, dan harmonis dengan lingkungan sekitar. Latar belakang dari proyek desain adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dari klien yang merupakan pasangan muda yang menyukai alam dan petualangan. Ruang lingkup dari proyek desain adalah untuk mendesain rumah tinggal dengan luas tanah 200 m2 dan luas bangunan 150 m2 yang terdiri dari dua lantai. Batasan dari proyek desain adalah untuk mengikuti peraturan dan standar yang berlaku, serta mengoptimalkan anggaran dan waktu yang tersedia.

  • Mengumpulkan data

Arsitek tersebut mengumpulkan data yang relevan dan valid untuk mendukung analisis. Data tersebut meliputi data primer dan sekunder, kuantitatif dan kualitatif, objektif dan subjektif. Diperoleh dari berbagai sumber, seperti observasi, survei, wawancara, studi literatur, studi kasus, studi banding, dan lain-lain. Data tersebut disesuaikan dengan jenis dan skala proyek desain.

  • Mengolah data

Arsitek tersebut mengolah data yang telah dikumpulkan menjadi informasi yang bermakna dan berguna. Pengolahan data tersebut meliputi penyaringan, pengelompokan, pengkodean, penghitungan, penggambaran, dan lain-lain. Tersebut dilakukan dengan cara yang sistematis, logis, dan kritis. Pengolahan data tersebut menghasilkan output yang dapat dipahami, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan.

  • Mengambil kesimpulan

Arsitek tersebut mengambil kesimpulan dari informasi yang telah diolah. Kesimpulan tersebut adalah hasil akhir dari analisis yang berupa jawaban, solusi, atau rekomendasi terhadap masalah yang telah diidentifikasi. Didasarkan pada fakta, data, dan logika. Kesimpulan tersebut jelas, tegas, dan konsisten. Kesimpulan tersebut dapat diuji, dibuktikan, dan dipertanggungjawabkan.

  • Menyusun strategi

Arsitek tersebut menyusun strategi untuk menerapkan kesimpulan dalam proyek desain. Strategi tersebut adalah rencana aksi yang berisi langkah-langkah, metode, teknik, dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan proyek desain. Sesuai dengan kesimpulan, data, dan masalah. Strategi tersebut realistis, fleksibel, dan efektif. Strategi tersebut dapat dievaluasi, dimonitor, dan dikontrol.

Baca juga: Piala Dunia U17 Indonesia 2023: Ini Dia 4 Stadion yang Akan Menjadi Tempat Bertanding Tim-Tim Terbaik Dunia, Siapkah Anda Menyaksikannya?

Berikut adalah contoh output dari masing-masing jenis analisis dalam arsitektur yang dilakukan oleh arsitek tersebut:

  • Analisis tapak

Arsitek tersebut menganalisis kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan dari lokasi proyek desain. Mengetahui bahwa tapak memiliki kontur yang landai, iklim yang dingin, vegetasi yang lebat, hidrologi yang baik, geologi yang stabil, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas yang mudah, sirkulasi yang lancar, pergerakan matahari yang optimal, arah angin yang menguntungkan, kebisingan yang rendah, view yang menakjubkan, dan lain-lain. Arsitek tersebut menentukan bahwa konsep dari proyek desain adalah rumah tinggal yang berbentuk kubus dengan material kayu dan kaca yang berwarna netral.

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *