Analisis dalam Membuat Bangunan Arsitektur

Analisa arsitektur

Analisis dalam membuat bangunan arsitektur adalah proses pengumpulan, pengolahan, dan penafsiran data dan informasi yang berkaitan dengan kondisi lahan, kebutuhan klien, peraturan pemerintah, dan konsep desain yang diinginkan. Analisis dalam membuat bangunan arsitektur bertujuan untuk menghasilkan solusi desain yang optimal, efisien, estetis, dan berkelanjutan.

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang apa itu analisis dalam membuat bangunan arsitektur, mengapa penting, dan bagaimana melakukannya. Simak ulasan berikut ini!

Apa itu Analisis dalam Membuat Bangunan Arsitektur?

Analisis dalam membuat bangunan arsitektur adalah tahapan awal yang harus dilakukan oleh arsitek sebelum merancang bangunan. Analisis ini meliputi beberapa aspek, seperti:

  • Analisis lahan: yaitu analisis yang mempelajari karakteristik fisik dan non fisik lahan yang akan digunakan untuk bangunan, seperti topografi, geologi, iklim, vegetasi, infrastruktur, sosial budaya, hukum, dan lain-lain. Analisis lahan dapat dilakukan dengan cara survey lapangan, pengukuran geofisika, pengambilan sampel tanah atau air, pemetaan digital, atau penginderaan jauh.
  • Analisis kebutuhan klien: yaitu analisis yang mempelajari keinginan dan harapan klien yang akan menggunakan atau menginvestasikan bangunan, seperti fungsi, luas, bentuk, gaya, anggaran, waktu pelaksanaan, dan lain-lain. Analisis kebutuhan klien dapat dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi partisipatif, atau analisis dokumen.
  • Analisis peraturan pemerintah: yaitu analisis yang mempelajari aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh arsitek dalam merancang bangunan, seperti garis sempadan bangunan (GSB), koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien lantai bangunan (KLB), ketinggian maksimum bangunan (KMB), persyaratan teknis konstruksi (SNI), persyaratan keselamatan kebakaran (PKK), dan lain-lain. Analisis peraturan pemerintah dapat dilakukan dengan cara studi literatur, konsultasi dengan ahli hukum atau pihak berwenang, atau simulasi komputer.
  • Analisis konsep desain: yaitu analisis yang mempelajari ide-ide atau gagasan yang ingin diwujudkan oleh arsitek dalam merancang bangunan, seperti tema, filosofi, inspirasi, referensi, sketsa awal, atau model tiga dimensi. Analisis konsep desain dapat dilakukan dengan cara brainstorming, mind mapping, diagram alir, atau prototyping.

Mengapa Analisis dalam Membuat Bangunan Arsitektur Penting?

Analisis dalam membuat bangunan arsitektur penting karena dapat memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan kualitas desain: dengan melakukan analisis terlebih dahulu, arsitek dapat menghindari kesalahan-kesalahan desain yang dapat merugikan klien atau pengguna bangunan. Analisis juga dapat membantu arsitek untuk menemukan solusi-solusi desain yang inovatif dan kreatif sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan klien.
  • Menghemat biaya dan waktu: dengan melakukan analisis terlebih dahulu, arsitek dapat mengoptimalkan penggunaan material dan teknik konstruksi yang sesuai dengan anggaran dan waktu pelaksanaan proyek. Analisis juga dapat membantu arsitek untuk mengantisipasi risiko-risiko yang dapat mengganggu proses perencanaan dan pelaksanaan proyek.
  • Meningkatkan kepuasan klien dan pengguna: dengan melakukan analisis terlebih dahulu, arsitek dapat memenuhi harapan dan aspirasi klien dan pengguna bangunan. Analisis juga dapat membantu arsitek untuk mengintegrasikan bangunan dengan lingkungan sekitarnya, sehingga menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi klien dan pengguna.
  • Meningkatkan nilai tambah bangunan: dengan melakukan analisis terlebih dahulu, arsitek dapat menciptakan bangunan yang memiliki nilai estetika, fungsional, ekonomis, sosial, budaya, dan lingkungan yang tinggi. Analisis juga dapat membantu arsitek untuk menciptakan bangunan yang berkelanjutan, yaitu bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi, dan mudah dirawat.

Baja Juga: Mengenal Meja Kayu Arsitektural, Meja yang Menggabungkan Seni dan Fungsi

Bagaimana Melakukan Analisis dalam Membuat Bangunan Arsitektur?

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan analisis dalam membuat bangunan arsitektur:

  1. Mengumpulkan data dan informasi: langkah ini meliputi proses survey lahan, wawancara klien, studi literatur, dan lain-lain. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat, lengkap, dan relevan dengan proyek arsitektur.
  2. Mengolah data dan informasi: langkah ini meliputi proses pengelompokan, pengurutan, penghitungan, penggambaran, atau pemodelan data dan informasi. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang mudah dipahami, dipresentasikan, dan dianalisis.
  3. Menafsirkan data dan informasi: langkah ini meliputi proses penilaian, perbandingan, penarikan kesimpulan, atau pembuatan rekomendasi dari data dan informasi. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang bermakna, berguna, dan beralasan untuk proyek arsitektur.

Demikianlah penjelasan tentang analisis dalam membuat bangunan arsitektur. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin belajar lebih banyak tentang proses perencanaan arsitektur.

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *