8 Jenis Kriminalitas yang Sering Terjadi di Indonesia, Apa Saja?

Kriminalitas adalah tindakan yang melanggar hukum dan mengancam ketertiban umum. Kriminalitas dapat menimbulkan kerugian dan keresahan bagi masyarakat. Apa saja yang termasuk dalam contoh kriminalitas yang sering terjadi di Indonesia? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), berikut ini adalah delapan jenis kriminalitas yang paling banyak dilaporkan selama tahun 2020.

1. Penganiayaan

Penganiayaan adalah tindakan menyebabkan luka atau sakit pada orang lain dengan sengaja atau karena kelalaian. Tindakan penganiayaan dapat dilakukan dengan menggunakan tangan kosong, senjata tajam, senjata api, atau benda lainnya. Penganiayaan dapat terjadi karena berbagai motif, seperti dendam, emosi, perselisihan, atau kekerasan dalam rumah tangga. Menurut data BPS, penganiayaan merupakan jenis kriminalitas yang paling banyak terjadi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu sebanyak 65.379 kasus.

2. Pencurian

Pencurian adalah tindakan mengambil barang milik orang lain tanpa hak atau izin. Tindak kejahatan pencurian dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti merampas, menjebol, membobol, menggasak, atau menyelinap. Pencurian dapat menimpa berbagai jenis barang, seperti uang, perhiasan, kendaraan bermotor, ponsel, atau barang elektronik. Pencurian dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kemiskinan, kesempatan, atau kebutuhan. Menurut data BPS, pencurian merupakan jenis kriminalitas yang kedua terbanyak terjadi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu sebanyak 52.374 kasus.

3. Penyalahgunaan Narkotika

Penyalahgunaan narkotika adalah tindakan mengonsumsi, memiliki, menyimpan, mengedarkan, atau memproduksi zat-zat yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan tubuh. Narkotika dapat berupa tanaman, sintetis, atau semi sintetis. Narkotika dapat menimbulkan efek seperti euforia, halusinasi, ketergantungan, atau overdosis. Penyalahgunaan narkotika dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti rasa penasaran, tekanan hidup, pengaruh lingkungan, atau gangguan jiwa. Menurut data Polri, penyalahgunaan narkotika merupakan jenis kriminalitas yang ketiga terbanyak terjadi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu sebanyak 40.000 kasus.

4. Tindakan Asusila

Tindakan asusila adalah tindakan yang melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dalam masyarakat. Perilaku asusila dapat berupa perbuatan cabul (seperti pencabulan atau pelecehan seksual), perzinaan (seperti perselingkuhan atau hubungan gelap), pornografi (seperti membuat atau menyebarkan gambar atau video porno), prostitusi (seperti menjual atau membeli jasa seksual), atau homoseksualitas (seperti hubungan sesama jenis). Tindakan asusila dapat terjadi karena berbagai dorongan, seperti nafsu birahi, godaan setan, penyimpangan seksual, atau pengaruh media. Menurut data BPS, tindakan asusila merupakan jenis kriminalitas yang keempat terbanyak terjadi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu sebanyak 9.975 kasus.

5. Pembunuhan

Pembunuhan adalah tindakan menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja atau karena kelalaian. Tindakan pembunuhan dapat dilakukan dengan menggunakan tangan kosong, senjata tajam, senjata api, atau benda lainnya. Pembunuhan dapat terjadi karena berbagai motif, seperti dendam, emosi, perselisihan, atau kejahatan terorganisir. Pembunuhan dapat menimpa siapa saja, baik pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa, orang biasa maupun pejabat. Menurut data BPS, pembunuhan merupakan jenis kriminalitas yang kelima terbanyak terjadi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu sebanyak 4.582 kasus.

6. Pencopetan

Pencopetan adalah tindakan mengambil barang milik orang lain tanpa diketahui oleh korban. Tindakan pencopetan biasanya dilakukan dengan cara merogoh kantong, tas, atau dompet korban yang sedang berada di tempat umum, seperti pasar, terminal, stasiun, atau mall. Pencopetan biasanya menargetkan barang-barang berharga, seperti uang, perhiasan, ponsel, atau kartu kredit. Pencopetan biasanya dilakukan oleh orang-orang yang terampil dan gesit. Menurut data BPS, pencopetan merupakan jenis kriminalitas yang keenam terbanyak terjadi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu sebanyak 3.975 kasus.

7. Penodongan Senjata Api

Penodongan senjata api adalah tindakan mengancam atau memaksa orang lain dengan menggunakan senjata api. Tindakan penodongan senjata api biasanya dilakukan untuk merampas barang milik korban, seperti uang, kendaraan bermotor, atau barang elektronik. Penodongan senjata api biasanya menimbulkan rasa takut dan trauma bagi korban. Penodongan senjata api biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berani dan nekat. Menurut data BPS, penodongan senjata api merupakan jenis kriminalitas yang ketujuh terbanyak terjadi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu sebanyak 1.579 kasus.

Baca Juga : 7 Bentuk Korupsi yang Sering Terjadi di Indonesia dan Cara Mengatasinya

 

8. Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik adalah tindakan menyebabkan luka atau sakit pada orang lain dengan menggunakan kekuatan fisik. Tindakan kekerasan fisik dapat dilakukan dengan cara memukul, menendang, mencakar, mencubit, atau menyeret korban. Kekerasan fisik dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti emosi, perselisihan, atau kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan fisik dapat menimpa siapa saja, baik pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa. Menurut data BPS, kekerasan fisik merupakan jenis kriminalitas yang kedelapan terbanyak terjadi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu sebanyak 1.529 kasus.

Itulah delapan jenis kriminalitas yang sering terjadi di Indonesia. Kriminalitas adalah musuh bersama yang harus kita lawan dan cegah bersama-sama. Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar kita. Kita juga harus mendukung upaya penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan oleh aparat berwenang. Selain itu, kita juga harus menjaga nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat kita agar tidak mudah terjerumus ke dalam tindakan kriminal.

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *