LINGKUNGAN DALAM ARSITEKTUR sebagai Media Ekspresi Seni

Arsitektur seni

LINGKUNGAN DALAM ARSITEKTUR sebagai Media Ekspresi Seni

Apakah Anda tertarik dengan arsitektur sebagai salah satu bentuk seni? Jika ya, maka Anda perlu mengetahui tentang lingkungan dalam arsitektur. Lingkungan dalam arsitektur adalah segala sesuatu yang ada di sekitar bangunan, baik yang alami maupun yang buatan, yang mempengaruhi bentuk, fungsi, dan kualitas dari bangunan itu sendiri. Lingkungan dalam arsitektur juga merupakan media ekspresi seni, karena melalui lingkungan, arsitek dapat mengungkapkan ide, gagasan, atau pesan yang ingin disampaikan kepada pengguna atau pengamat bangunan.

Dalam artikel ini, Anda akan belajar tentang beberapa aspek dari lingkungan dalam arsitektur, seperti iklim, topografi, vegetasi, budaya, sejarah, dan teknologi. Anda juga akan belajar tentang beberapa contoh bangunan yang menggunakan lingkungan dalam arsitektur sebagai media ekspresi seni, baik di Indonesia maupun di dunia.

  • Iklim

Iklim adalah kondisi cuaca rata-rata yang terjadi di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama. Dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lintang, ketinggian, arah angin, curah hujan, dan lain-lain. Iklim sangat mempengaruhi arsitektur, karena iklim menentukan kebutuhan termal, pencahayaan, dan ventilasi dari bangunan. Arsitek harus menyesuaikan desain bangunan dengan iklim, agar bangunan dapat memberikan kenyamanan dan efisiensi energi bagi penggunanya.

Salah satu contoh bangunan yang menggunakan iklim sebagai media ekspresi seni adalah Masdar City di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Masdar City adalah kota yang dirancang untuk menjadi kota ramah lingkungan, hemat energi, dan berkelanjutan. Masdar City menggunakan iklim gurun yang panas dan kering sebagai inspirasi untuk menciptakan bangunan yang sejuk dan nyaman. Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan atap yang melengkung untuk mengurangi panas matahari, menggunakan jendela yang kecil untuk mengurangi kehilangan panas, menggunakan warna yang terang untuk memantulkan cahaya, menggunakan angin khas gurun untuk mendinginkan ruangan, dan menggunakan panel surya untuk menghasilkan listrik.

  • Topografi

Topografi adalah bentuk permukaan bumi, yang dapat berupa datar, berbukit, atau bergunung. Topografi juga mempengaruhi arsitektur, karena topografi menentukan orientasi, tata letak, dan struktur dari bangunan. Arsitek harus menyesuaikan desain bangunan dengan topografi, agar bangunan dapat beradaptasi dengan kondisi tanah, menghindari bahaya alam, dan memanfaatkan pemandangan.

Salah satu contoh bangunan yang menggunakan topografi sebagai media ekspresi seni adalah Fallingwater di Pennsylvania, Amerika Serikat. Fallingwater adalah rumah yang dirancang oleh Frank Lloyd Wright untuk keluarga Kaufmann pada tahun 1936. Fallingwater menggunakan topografi yang berbukit dan berbatu sebagai inspirasi untuk menciptakan bangunan yang harmonis dan dinamis. Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan batu alam sebagai material utama, menggunakan bentuk geometris yang menyatu dengan alam, menggunakan jembatan dan teras yang mengikuti kontur tanah, dan menggunakan air terjun sebagai elemen utama.

  • Vegetasi

Vegetasi adalah tumbuhan yang tumbuh di suatu tempat, yang dapat berupa hutan, padang rumput, atau gurun. Vegetasi juga mempengaruhi arsitektur, karena vegetasi menentukan sumber daya, material, dan estetika dari bangunan. Arsitek harus menyesuaikan desain bangunan dengan vegetasi, agar bangunan dapat menghemat, mengolah, dan menghormati lingkungan.

Salah satu contoh bangunan yang menggunakan vegetasi sebagai media ekspresi seni adalah Eden Project di Cornwall, Inggris. Eden Project adalah kompleks yang terdiri dari dua kubah raksasa yang berisi berbagai jenis tumbuhan dari seluruh dunia. Eden Project menggunakan vegetasi sebagai inspirasi untuk menciptakan bangunan yang edukatif dan inspiratif. Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan bentuk kubah yang meniru bentuk alam, menggunakan material transparan yang memungkinkan cahaya dan udara masuk, menggunakan sistem irigasi yang efisien dan ramah lingkungan, dan menggunakan tumbuhan sebagai elemen utama.

  • Budaya

Budaya adalah cara hidup, nilai, dan kepercayaan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Budaya juga mempengaruhi arsitektur, karena budaya menentukan fungsi, simbol, dan identitas dari bangunan. Arsitek harus menyesuaikan desain bangunan dengan budaya, agar bangunan dapat mengakomodasi, mengkomunikasikan, dan merepresentasikan masyarakat.

Salah satu contoh bangunan yang menggunakan budaya sebagai media ekspresi seni adalah Masjid Kristal di Kuala Terengganu, Malaysia. Masjid Kristal adalah masjid yang dibangun pada tahun 2008 sebagai simbol keagamaan dan kebudayaan masyarakat Malaysia. Masjid Kristal menggunakan budaya Islam sebagai inspirasi untuk menciptakan bangunan yang megah dan indah. Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan bentuk kubah yang khas, menggunakan material kaca dan baja yang mencerminkan kemajuan teknologi, menggunakan warna biru dan putih yang mencerminkan ketenangan dan kesucian, dan menggunakan lampu yang menciptakan efek kristal pada malam hari.

  • Sejarah

Sejarah adalah catatan peristiwa yang terjadi di masa lalu, yang dapat berupa fakta, cerita, atau legenda. Sejarah juga mempengaruhi arsitektur, karena sejarah menentukan latar belakang, pengaruh, dan makna dari bangunan. Arsitek harus menyesuaikan desain bangunan dengan sejarah, agar bangunan dapat menghargai, menginspirasi, dan mengedukasi masyarakat.

Salah satu contoh bangunan yang menggunakan sejarah sebagai media ekspresi seni adalah Museum Louvre di Paris, Prancis. Museum Louvre adalah museum seni dan sejarah yang dibangun pada abad ke-12 sebagai benteng kerajaan. Museum Louvre menggunakan sejarah sebagai inspirasi untuk menciptakan bangunan yang kaya dan beragam. Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan gaya arsitektur yang berbeda-beda sesuai dengan zaman, menggunakan koleksi seni dan artefak yang berasal dari berbagai peradaban, menggunakan renovasi dan ekstensi yang menambah kapasitas dan fungsi bangunan, dan menggunakan piramida kaca yang menjadi ikon modern.

Baca Juga: 5 Cara Tidur Nyenyak yang Patut Dicoba, Nomor 3 Paling Ampuh!

  • Teknologi

Teknologi adalah alat, metode, dan proses yang digunakan untuk menciptakan, mengubah, atau memperbaiki sesuatu. Teknologi juga mempengaruhi arsitektur, karena teknologi menentukan kemampuan, efisiensi, dan inovasi dari bangunan. Arsitek harus menyesuaikan desain bangunan dengan teknologi, agar bangunan dapat memberikan kinerja, kenyamanan, dan keindahan bagi penggunanya.

Salah satu contoh bangunan yang menggunakan teknologi sebagai media ekspresi seni adalah Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab. Burj Khalifa adalah gedung pencakar langit yang dibangun pada tahun 2010 sebagai simbol prestise dan kemajuan Dubai. Burj Khalifa menggunakan teknologi sebagai inspirasi untuk menciptakan bangunan yang tinggi dan canggih. Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan struktur yang kokoh dan aerodinamis, menggunakan sistem lift yang cepat dan aman, menggunakan sistem pendingin yang hemat energi dan air, dan menggunakan lampu LED yang menciptakan efek spektakuler pada malam hari.

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *