Asal usul Rawon Sup Daging Berkuah Hitam Khas Jawa Timur dan cara membuatnya

Asal usul rawonRawon adalah salah satu kuliner khas Jawa Timur yang terdiri dari sup daging sapi berkuah hitam yang kaya akan rempah-rempah. Rawon memiliki rasa yang gurih, pedas, dan sedikit asam, yang cocok disantap dengan nasi hangat. Rawon juga dilengkapi dengan toge, daun bawang, bawang goreng, kerupuk udang, dan telur asin sebagai pelengkap.

 

Sejarah asal usul

Asal usul rawon tidak bisa dipastikan secara akurat, tetapi ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa rawon sudah ada sejak zaman Jawa Kuno. Dalam prasasti Taji yang berasal dari tahun 901 Masehi, terdapat istilah “rarawwan” yang berarti sayur rawon. Prasasti ini dikeluarkan oleh Rakryan i Watu Tihang pu Sanggramadurandara, seorang pejabat dari Kerajaan Mataram Kuno. Dalam prasasti tersebut, disebutkan bahwa rarawwan adalah salah satu hidangan yang disajikan kepada tamu-tamu terhormat. Selain itu, dalam prasasti tersebut juga disebutkan beberapa kuliner khas Jawa lainnya, seperti pecel, rujak, lalapan, wajik, dan dodol.

 

Ciri khas rawon

Cirinya adalah kuahnya yang berwarna hitam, yang berasal dari buah keluak atau pucung. Buah keluak adalah buah dari pohon kepayang, yang memiliki racun hidrosianida. Untuk menghilangkan racunnya, buah keluak harus direndam dalam air selama beberapa hari hingga berubah warna menjadi hitam. Buah keluak kemudian dibelah dan diambil isinya untuk dijadikan bumbu rawon. Buah keluak memberikan rasa khas dan aroma khas pada kuah rawon.

 

Bahan dan cara membuat

Cara membuat rawon cukup mudah dan sederhana. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah

  1. daging sapi yang dipotong-potong
  2. bawang merah
  3. bawang putih
  4. cabai merah
  5. kemiri
  6. kunyit
  7. jahe
  8. lengkuas
  9. serai
  10. daun jeruk
  11. daun salam
  12. garam
  13. gula merah
  14. air
  15. minyak goreng
  16. keluak

Pertama-tama, daging sapi direbus dalam air sampai empuk dan mengeluarkan kaldu. Kemudian buah keluak dibelah dan diambil isinya. Isi buah keluak dicampur dengan bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, kunyit, jahe, garam, dan gula merah. Campuran ini dihaluskan dengan blender atau cobek. Setelah itu campuran ini ditumis dalam minyak goreng sampai harum. Tumisan ini kemudian dimasukkan ke dalam rebusan daging sapi bersama dengan lengkuas, serai, daun jeruk, dan daun salam. Kuah rawon dimasak sampai mendidih dan bumbunya meresap ke dalam daging sapi.

 

Penyajian

Rawon siap disajikan dengan nasi hangat dan pelengkap lainnya. Pelengkap yang biasa digunakan adalah toge yang direbus sebentar, daun bawang yang diiris tipis-tipis, bawang goreng yang renyah, kerupuk udang yang gurih, dan telur asin yang asin. Rawon juga bisa ditambahkan dengan sambal terasi atau sambal kecap untuk menambah rasa pedas dan manisnya.

 

Baca juga: Asal usul dan cara membuat gudeg makanan yang populer di Jawa

 

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *