Genteng Bubungan dari Tanah Liat

Genteng Bubungan

Genteng Bubungan dari Tanah Liat: Cara Membuat, Memasang, dan Merawatnya

Genteng bubungan dari tanah liat adalah salah satu jenis genteng yang digunakan untuk menutup sambungan atap yang terletak di atas. Dari tanah liat biasanya memiliki bentuk melengkung atau segitiga yang disesuaikan dengan kemiringan atap. Bubungann dari tanah liat berfungsi untuk mencegah air hujan masuk ke dalam sela-sela atap, serta memberikan kesan estetik pada bangunan.

Bubungan dari tanah liat memiliki sejarah yang cukup panjang dalam arsitektur Indonesia. Bubungan dari tanah liat diyakini berasal dari Tiongkok, yang kemudian menyebar ke berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia. Salah satu bukti tertua penggunaan genteng bubungan dari tanah liat di Indonesia adalah temuan genteng di situs Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-5 Masehi.

Genteng bubungan dari tanah liat memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Mampu menahan air hujan dengan baik

Bubungan dari tanah liat dapat mengalirkan air hujan dengan baik, sehingga tidak terjadi genangan atau rembesan air di dalam atap. Genteng bubungan dari tanah liat juga dapat mencegah terjadinya kebocoran atau kerusakan pada struktur atap akibat air hujan.

  • Mampu menyerap panas dengan baik

Bubungan dari tanah liat dapat menyerap panas dengan baik, sehingga tidak membuat suhu di dalam ruangan menjadi terlalu panas. Dari tanah liat juga dapat mengurangi penggunaan pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin.

  • Mampu meredam suara dengan baik

Bubungan dari tanah liat dapat meredam suara dengan baik, sehingga tidak membuat bising di dalam ruangan. GenteBubungan dari tanah liat juga dapat mengurangi gangguan suara dari luar seperti suara kendaraan atau hewan.

  • Mampu memberikan kesan estetik pada bangunan

Bubungan dari tanah liat dapat memberikan kesan estetik pada bangunan, karena memiliki warna, tekstur, dan bentuk yang beragam. Bubungan dari tanah liat juga dapat menciptakan pola-pola yang menarik pada atap.

 

Namun, genteng bubungan dari tanah liat juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Memerlukan perawatan yang ekstra

Bubungan dari tanah liat memerlukan perawatan yang ekstra, karena mudah kotor, berkarat, atau berubah warna akibat pengaruh cuaca dan lingkungan. Dari tanah liat harus dibersihkan secara berkala dengan cara menyikat atau menyemprot dengan air.

 

  • Memerlukan pemasangan yang tepat

Bubungan dari tanah liat memerlukan pemasangan yang tepat, karena harus disesuaikan dengan kemiringan dan ukuran atap. Dari tanah liat harus dipasang dengan cara yang benar agar tidak terjadi celah atau jarak antara genteng yang dapat menyebabkan kebocoran atau kerusakan.

  • Memerlukan biaya yang cukup mahal

Bubungan dari tanah liat memerlukan biaya yang cukup mahal, baik untuk pembelian, pemasangan, maupun perawatannya. Bubungan dari tanah liat biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada jenis genteng lainnya, karena proses pembuatannya yang lebih rumit dan berkualitas.

 

Lalu, bagaimana cara membuat, memasang, dan merawat genteng bubungan dari tanah liat? Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

 

1. Cara membuat genteng bubungan dari tanah liat

Genteng bubungan dari tanah liat dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan air dan pasir. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk membuat Bubungan dari tanah liat:

    • Mencampur tanah liat dengan air dan pasir

Tanah liat harus dipilih yang berkualitas baik, bersih, dan tidak mengandung batu atau kotoran. Tanah liat kemudian dicampur dengan air dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Campuran tersebut harus diaduk hingga merata dan berbentuk seperti adonan.

    • Mencetak adonan tanah liat

Adonan tanah liat kemudian dicetak dengan menggunakan cetakan genteng bubungan yang terbuat dari kayu atau logam. Cetakan bubungan harus memiliki bentuk yang sesuai dengan kemiringan dan ukuran atap. Adonan tanah liat harus dipadatkan dan diratakan di dalam cetakan.

    • Mengeringkan genteng bubungan

Bubungan yang sudah dicetak kemudian dikeluarkan dari cetakan dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama beberapa hari. Harus dibalik secara berkala agar kering secara merata dan tidak retak.

    • Membakar bubungan

Bubungan yang sudah kering kemudian dibakar di dalam tungku gerabah dengan suhu sekitar 900-1000 derajat Celcius selama beberapa jam. Harus dibakar hingga berwarna merah atau coklat dan memiliki tekstur yang keras dan padat.

    • Menyemprot atau melapisi bubungan

Bubungan yang sudah dibakar kemudian disemprot atau dilapisi dengan cat anti karat, anti air, atau anti jamur untuk melindungi dari pengaruh cuaca dan lingkungan. Juga dapat disemprot atau dilapisi dengan cat berwarna sesuai dengan keinginan.

 

2. Cara memasang genteng bubungan dari tanah liat

Genteng bubungan dari tanah liat dipasang pada rangka atap yang terbuat dari kayu atau baja. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk memasang Bubungan dari tanah liat:

    • Menyiapkan rangka atap

Rangka atap harus dibuat dengan ukuran, bentuk, dan kemiringan yang sesuai dengan desain bangunan. Rangka atap harus kuat, stabil, dan rata agar dapat menopang beban bubungan.

    • Menyiapkan bubungan

Bubungan harus dipilih yang berkualitas baik, tidak retak, tidak berkarat, dan tidak berubah warna. Juga harus dipilih yang sesuai dengan ukuran, bentuk, dan warna atap.

    • Memasang bubungan

Bubungan dipasang dengan cara menggantungkannya pada rangka atap dengan menggunakan paku atau kawat. Bubungan harus dipasang dengan jarak, sudut, dan arah yang tepat agar tidak terjadi celah atau jarak antara genteng yang dapat menyebabkan kebocoran atau kerusakan. Juga harus dipasang dengan pola yang rapi dan harmonis agar terlihat indah dan menarik.

 

3. Cara merawat genteng bubungan dari tanah liat

Genteng bubungan dari tanah liat perlu dirawat secara berkala agar tetap bersih, kuat, dan awet. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk merawat Bubungan dari tanah liat:

    • Membersihkan genteng bubungan

Bubungan harus dibersihkan secara berkala dengan cara menyikat atau menyemprot dengan air. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan debu, kotoran, lumut, jamur, atau serangga yang menempel pada genteng. Bubungan juga harus dibersihkan setelah hujan atau angin kencang untuk menghindari genangan atau rembesan air.

    • Memeriksa bubungan

Bubungan harus diperiksa secara berkala dengan cara mengecek kondisi fisiknya. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi adanya keretakan, kerusakan, atau pergeseran pada genteng. Bubungan yang retak, rusak, atau bergeser harus segera diganti atau diperbaiki agar tidak menimbulkan masalah lebih besar.

Baca juga: Fungsi Jendela Arsitektur: Apa Saja Manfaatnya bagi Bangunan dan Penghuninya?

    • Menyemprot atau melapisi genteng bubungan

Genteng bubungan harus disemprot atau dilapisi secara berkala dengan bahan pengawet, anti karat, anti air, atau anti jamur. Hal ini bertujuan untuk melindungi genteng dari pengaruh cuaca dan lingkungan yang dapat merusak warna, tekstur, atau lapisannya. Bubungan juga dapat disemprot atau dilapisi dengan cat berwarna sesuai dengan keinginan untuk memperbarui tampilannya

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *