Keamanan Siber di Era Cloud Computing, Sangat Rentan!

Cloud computing adalah konsep komputasi berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pekerjaan layaknya menggunakan komputer seperti menyimpan, mengakses, dan mengolah data dengan mudah. Bedanya, pada cloud computing, perangkat komputasinya adalah server yang bisa diakses di mana saja selama ada jaringan internet. Cloud computing menawarkan berbagai keuntungan, seperti hemat biaya, ruang, dan waktu, skalabilitas mudah, akses ke teknologi terbaru, dan kemudahan kolaborasi. Namun, di balik keuntungan tersebut, cloud computing juga menyimpan berbagai tantangan terkait dengan keamanan siber yang sangat rentan.

Keamanan siber adalah praktik untuk melindungi sistem, jaringan, dan program dari serangan digital. Serangan-serangan ini biasanya ditujukan untuk mengakses, mengubah, atau menghancurkan informasi sensitif; memeras uang dari pengguna; atau mengganggu proses bisnis normal. Keamanan siber sangat penting bagi pengguna cloud computing karena data mereka disimpan di server yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh mereka sendiri. Jika server tersebut disusupi oleh penjahat siber, data pengguna dapat dicuri, dimodifikasi, atau dihapus. Selain itu, penjahat siber juga dapat melakukan serangan denial-of-service (DoS) yang membuat server tidak dapat diakses oleh pengguna.

keamanan siber atau cloud computing

Menurut laporan State of Cloud Security 2020 dari Sophos, sekitar 70% dari organisasi yang menggunakan cloud computing mengalami serangan siber dalam 12 bulan terakhir. Serangan paling umum yang dialami adalah malware (34%), ransomware (26%), dan injeksi kode (26%). Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa sekitar 96% dari organisasi khawatir dengan keamanan cloud mereka. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan siber sangat rentan di era cloud computing.

Cara Mengatasi Tantangan Keamanan Siber

Lalu, bagaimana cara mengatasi tantangan keamanan siber di era cloud computing? Berikut adalah beberapa solusi yang dapat dilakukan:

  • Menggunakan Layanan Cloud Computing yang Terpercaya.

Salah satu langkah awal untuk menjaga keamanan siber adalah memilih layanan cloud computing yang terpercaya dan berkualitas. Layanan cloud computing yang baik harus memiliki fitur-fitur keamanan yang lengkap dan terintegrasi, seperti enkripsi data, firewall, otentikasi multi-faktor, backup data, pemantauan aktivitas, dan deteksi ancaman. Selain itu, layanan cloud computing juga harus memiliki sertifikat keamanan dari lembaga-lembaga yang berwenang, seperti ISO 27001 atau SOC . Beberapa contoh layanan cloud computing yang terpercaya adalah Google Cloud2, Amazon Web Services, dan Microsoft Azure.

  • Menerapkan Kebijakan Keamanan yang Ketat

Selain menggunakan layanan cloud computing yang terpercaya, pengguna juga harus menerapkan kebijakan keamanan yang ketat untuk melindungi data mereka. Kebijakan keamanan ini meliputi hal-hal seperti menentukan siapa saja yang berhak mengakses data dan layanan cloud, menggunakan password yang kuat dan berbeda untuk setiap akun, mengganti password secara berkala, mengaktifkan otentikasi multi-faktor, tidak menggunakan jaringan wifi publik untuk mengakses data dan layanan cloud, serta melakukan pembaruan perangkat lunak secara rutin.

  • Melakukan Edukasi dan Pelatihan Keamanan Siber

Faktor manusia juga berperan penting dalam menjaga keamanan siber di era cloud computing. Pengguna harus memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang ancaman-ancaman siber yang ada dan cara-cara untuk mencegahnya. Oleh karena itu, pengguna harus melakukan edukasi dan pelatihan keamanan siber secara berkala, baik secara mandiri maupun melalui bantuan profesional. Edukasi dan pelatihan keamanan siber dapat membantu pengguna untuk mengenali dan menghindari serangan-serangan siber, seperti malware, phishing, atau injeksi kode.

Baca Juga : Internet of Things (IoT): Konsep, Aplikasi, dan Tantangan di Tahun 2023

Itulah beberapa solusi untuk mengatasi tantangan keamanan siber di era cloud computing. Dengan menerapkan solusi-solusi tersebut, pengguna dapat memanfaatkan keuntungan cloud computing tanpa harus khawatir dengan risiko keamanan siber.

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *