Mengenal Bernyanyi Unisono: Sejarah, Jenis, dan Contohnya

Bernyanyi adalah salah satu aktivitas kesenian yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Bernyanyi dapat meningkatkan kesehatan, kebahagiaan, dan kreativitas seseorang. Ada banyak cara untuk bernyanyi, salah satunya adalah bernyanyi unisono. Lalu, jelaskan yang dimaksud dengan bernyanyi unisono?

Bernyanyi unisono adalah teknik bernyanyi di mana semua penyanyi menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Teknik ini sering digunakan dalam paduan suara atau grup vokal. Pada teknik bernyanyi ini, penting untuk menjaga kualitas suara agar tetap seragam dan sejalan dengan penyanyi lainnya. Bernyanyi unisono berasal dari kata “uni” yang berarti satu, dan “sono” yang berarti suara.

Sejarah Bernyanyi Unisono

Bernyanyi unisono merupakan salah satu bentuk tertua dari musik vokal. Sejak zaman prasejarah, manusia telah menggunakan suara mereka untuk berkomunikasi, berekspresi, dan bersosialisasi. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan bernyanyi bersama-sama dengan suara yang sama. Hal ini dapat menciptakan rasa kebersamaan, keharmonisan, dan kekuatan.

Bernyanyi unisono juga berkembang dalam berbagai tradisi musik di seluruh dunia. Misalnya, dalam musik rakyat Skotlandia, terdapat teknik bernama “waulking songs” yang dilakukan oleh para wanita saat mengolah wol. Mereka menyanyikan lagu-lagu dengan melodi sederhana secara unisono sambil menepuk-nepuk wol dengan tangan mereka. Dalam musik rakyat Indonesia, terdapat teknik bernama “tembang dolanan” yang dilakukan oleh anak-anak saat bermain. Mereka menyanyikan lagu-lagu dengan lirik lucu dan mengandung pesan moral secara unisono sambil melakukan gerakan-gerakan tertentu.

Jenis Bernyanyi Unisono

Bernyanyi unisono dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah penyanyinya, jenis suaranya, dan variasinya. Berikut adalah beberapa jenis bernyanyi unisono:

  • Bernyanyi unisono solo

 Jenis ini dilakukan oleh satu orang penyanyi saja. Biasanya digunakan untuk menyampaikan perasaan atau pesan secara langsung dan intim kepada pendengar. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “My Heart Will Go On” oleh Celine Dion.

  • Bernyanyi unisono duet

Jenis ini dilakukan oleh dua orang penyanyi yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Biasanya digunakan untuk menunjukkan kerjasama atau kecocokan antara kedua penyanyi. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “A Whole New World” oleh Peabo Bryson dan Regina Belle.

  • Bernyanyi unisono kelompok

Jenis ini dilakukan oleh tiga orang atau lebih penyanyi yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Biasanya digunakan untuk menunjukkan kesatuan atau kekompakan antara para penyanyi. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “We Are The World” oleh USA for Africa.

  • Bernyanyi unisono sopran

Jenis ini dilakukan oleh para penyanyi dengan suara tinggi yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Biasanya digunakan untuk menonjolkan keindahan atau kelembutan suara sopran. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “Hallelujah” oleh Pentatonix.

  • Bernyanyi unisono alto

Jenis ini dilakukan oleh para penyanyi dengan suara sedang yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Biasanya digunakan untuk menonjolkan kehangatan atau kekayaan suara alto. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “Lean On Me” oleh Bill Withers.

  • Bernyanyi unisono tenor

Jenis ini dilakukan oleh para penyanyi dengan suara rendah yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Biasanya digunakan untuk menonjolkan kekuatan atau kedalaman suara tenor. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “You Raise Me Up” oleh Josh Groban.

  • Bernyanyi unisono bas

Jenis ini dilakukan oleh para penyanyi dengan suara sangat rendah yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Biasanya digunakan untuk menonjolkan kestabilan atau keseimbangan suara bas. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “Old Man River” oleh Paul Robeson.

  • Bernyanyi unisono campuran

Jenis ini dilakukan oleh para penyanyi dengan suara berbeda-beda yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Biasanya digunakan untuk menciptakan efek kontras atau variasi antara suara-suara yang berbeda. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “Bohemian Rhapsody” oleh Queen.

  • Bernyanyi unisono oktaf

Jenis ini dilakukan oleh para penyanyi yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang berbeda sebanyak delapan tingkat. Biasanya digunakan untuk menciptakan efek harmonisasi atau kesejajaran antara suara-suara yang berbeda. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “Somewhere Over The Rainbow” oleh Judy Garland.

  • Bernyanyi unisono kanon

Jenis ini dilakukan oleh para penyanyi yang menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula, tetapi dengan jeda waktu tertentu. Biasanya digunakan untuk menciptakan efek imitasi atau tumpang tindih antara suara-suara yang berbeda. Contoh lagu yang menggunakan teknik ini adalah “Row, Row, Row Your Boat” oleh Traditional.

Baca Juga : Mengapa VOC Dikatakan Sebagai Negara dalam Negara? Ini Penjelasannya

 

Contoh Bernyanyi Unisono

Berikut adalah beberapa contoh bernyanyi unisono dari berbagai genre dan negara:

  • “Indonesia Raya” oleh W.R. Supratman

Lagu kebangsaan Indonesia ini sering dinyanyikan secara unisono oleh seluruh rakyat Indonesia saat upacara bendera atau acara resmi lainnya. Musik ini memiliki melodi megah dan lirik patriotik yang menggambarkan semangat nasionalisme dan persatuan bangsa.

  • “Amazing Grace” oleh John Newton

Lagu rohani Kristen ini sering dinyanyikan secara unisono oleh jemaat gereja saat ibadah atau doa bersama. Musik ini memiliki melodi sederhana dan lirik syukur yang menggambarkan anugerah dan pengampunan dosa.

  • “Happy Birthday To You” oleh Patty Hill dan Mildred Hill

Lagu ulang tahun ini sering dinyanyikan secara unisono oleh keluarga atau teman saat merayakan hari jadi seseorang. Musik ini memiliki melodi riang dan lirik ucapan yang menggambarkan kebahagiaan dan harapan untuk orang yang berulang tahun.

  • “Imagine” oleh John Lennon

Lagu pop ini sering dinyanyikan secara unisono oleh para penggemar musik saat mengenang atau menghormati sang legenda. Musik ini memiliki melodi indah dan lirik inspiratif yang menggambarkan mimpi dan harapan untuk dunia yang damai dan sejahtera.

  • “Nkosi Sikelel’ iAfrika” oleh Enoch Sontonga

Lagu nasional Afrika Selatan ini sering dinyanyikan secara unisono oleh seluruh rakyat Afrika Selatan saat perayaan kemerdekaan atau acara nasional lainnya. Musik ini memiliki melodi dinamis dan lirik doa yang menggambarkan penghormatan dan permohonan kepada Tuhan untuk memberkati Afrika.

  • “Let It Go” oleh Idina Menzel

Lagu film animasi Frozen ini sering dinyanyikan secara unisono oleh para penonton film saat menikmati atau menyanyikan bersama film tersebut. Musik ini memiliki melodi dramatis dan lirik motivasi yang menggambarkan kebebasan dan kepercayaan diri untuk melepaskan segala hal yang menghalangi.

  • “We Will Rock You” oleh Queen

Lagu rock ini sering dinyanyikan secara unisono oleh para penikmat musik saat menghadiri konser atau acara musik lainnya. Musik ini memiliki melodi sederhana dan lirik tantangan yang menggambarkan semangat dan keberanian untuk menghadapi lawan.

Kesimpulan

Bernyanyi unisono adalah teknik bernyanyi di mana semua penyanyi menyanyikan melodi yang sama dengan nada yang sama pula. Teknik ini memiliki sejarah panjang dan beragam dalam berbagai tradisi musik di seluruh dunia. Teknik bernyanyi ini juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah penyanyinya, jenis suaranya, dan variasinya. Penggunaan teknik bernyanyi ini dapat menciptakan berbagai efek musikal, emosional, dan sosial bagi para penyanyi dan pendengarnya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang bernyanyi unisono. Jika Anda tertarik untuk mencoba teknik bernyanyi ini Anda dapat memilih lagu-lagu yang sesuai dengan selera dan kemampuan Anda. Selamat bernyanyi!

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *