Pecel Tumpang Kuliner Khas Kediri yang Bersejarah dan Lezat

Pecel tumpang adalah salah satu kuliner khas Kediri, Jawa Timur, yang terdiri dari sayuran rebus yang disiram dengan sambal tumpang. Sambal tumpang adalah bumbu kacang yang dibuat dari tempe busuk atau tempe lama yang difermentasi. Pecel tumpang biasanya disajikan dengan nasi atau lontong dan rempeyek ikan. Pecel tumpang memiliki rasa yang gurih, pedas, dan sedikit asam.

 

Asal usul

Asal usul pecel tumpang tidak bisa dipastikan secara akurat, tetapi ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa pecel tumpang sudah ada sejak abad ke-9 Masehi. Dalam kitab Kakawin Ramayana, yang ditulis pada masa Mataram Kuno, terdapat istilah “pecel” yang berarti memeras air dari sesuatu. Dalam kitab tersebut, Ki Gede Pemanahan menyajikan hidangan pecel kepada tamunya, Sunan Kalijaga, yang merupakan sayuran rebus yang dicampur dengan daging cincang. Sunan Kalijaga tidak mengenal hidangan ini karena ia berasal dari wilayah timur laut Jawa Tengah, sedangkan pecel berasal dari Yogyakarta. Sejak saat itu, pecel mulai menyebar ke berbagai daerah di Jawa dan menjadi salah satu makanan yang populer dan murah meriah.

 

Sejarah

Selain itu, sambal tumpang juga memiliki sejarah yang menarik. Menurut Heri Priyatmoko, seorang dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sambal tumpang tercatat dalam Serat Centhini, salah satu karya sastra Jawa yang terbit pertama kali pada tahun 1814. Dalam tulisan peninggalan tersebut, diceritakan bahwa pada zaman dahulu banyak tokoh yang melakukan perjalanan mengelilingi desa-desa di Jawa untuk mengumpulkan berbagai pengetahuan, terutama pengetahuan tentang kuliner. Itu artinya, sambal tumpang sendiri sudah eksis sejak lebih dari dua abad lalu.

 

Bahan-bahan dan cara membuat

Cara membuat pecel tumpang cukup mudah dan sederhana.

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

  • Sayuran seperti kacang panjang, bayam, taoge, kangkung, daun singkong, daun pepaya, atau kol. Sayuran direbus sampai matang dan ditiriskan.
  • Bumbu kacang dibuat dari kacang tanah yang digoreng atau disangrai, kemudian dihaluskan bersama dengan cabai merah, bawang putih, gula merah, asam jawa, garam, dan kencur. Bumbu kacang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing, apakah ingin lebih kental atau encer, manis atau asin, pedas atau tidak. Bumbu kacang disiramkan di atas sayuran rebus dan diaduk rata.
  • Sambal tumpang dibuat dari tempe busuk atau tempe segar yang sudah didiamkan selama beberapa hari. Tempe direbus sampai empuk, kemudian dihaluskan bersama dengan bawang merah, bawang putih, cabai merah, ketumbar, dan cabai rawit yang sebelumnya juga direbus. Setelah semua bahan halus, semua dimasukkan kembali ke dalam air rebusan untuk kemudian ditambahkan santan dan lengkuas saat sudah mendidih. Sambal tumpang disajikan di atas bumbu kacang dan sayuran.

Pecel tumpang siap disantap dengan nasi atau lontong dan rempeyek ikan. Rempeyek ikan adalah kerupuk yang dibuat dari tepung beras dan ikan teri yang digoreng hingga renyah. Rempeyek ikan memberikan sensasi gurih dan renyah saat menyantap pecel tumpang.

 

Baca juga: Asal usul Rawon Sup Daging Berkuah Hitam Khas Jawa Timur dan cara membuatnya

 

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *