Jelaskan Perbedaan Antara Kritik Ekstern dan Intern: Langkah Penting dalam Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi tentang masa lalu berdasarkan sumber sejarah. Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang memberikan informasi tentang masa lalu, seperti dokumen, artefak, gambar, rekaman suara, atau kesaksian lisan. Namun, tidak semua sumber sejarah dapat dipercaya atau akurat. Oleh karena itu, peneliti sejarah harus melakukan kritik sumber sejarah untuk menentukan keaslian dan kredibilitasnya. Ada dua jenis kritik sumber sejarah, yaitu kritik ekstern dan kritik intern. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara kritik ekstern dan intern, serta contoh-contohnya.

Kritik Ekstern

Kritik ekstern adalah langkah pertama dalam penelitian sejarah yang bertujuan untuk menilai keaslian sumber sejarah. Keaslian sumber sejarah adalah kesesuaian antara sumber sejarah dengan asal-usulnya. Dengan kata lain, kritik ekstern bertanya apakah sumber sejarah benar-benar berasal dari waktu, tempat, dan penulis yang diklaim. Kritik ekstern dilakukan dengan memeriksa aspek fisik sumber sejarah. Diantaranya seperti bentuk, bahan, ukuran, gaya tulisan, cap, tanda tangan, stempel, atau segel. Kritik ekstern juga membandingkan sumber sejarah dengan sumber lain yang serupa atau berhubungan untuk mencari kemiripan atau perbedaan.

Contoh Kritik Ekstern

Contoh kritik ekstern adalah sebagai berikut:

  • Memeriksa dokumen Piagam Madinah yang disimpan di Topkapi Palace Museum di Istanbul, Turki.

Dokumen ini diklaim sebagai salinan otentik dari piagam yang dibuat oleh Nabi Muhammad pada tahun 622 Masehi untuk mengatur hubungan antara umat Islam dan non-Muslim di Madinah. Kritik ekstern dilakukan dengan memeriksa bahan dokumen (kulit binatang), gaya tulisan (Kufi), bahasa (Arab), dan isi (aturan hukum dan sosial). Kritik ekstern juga membandingkan dokumen ini dengan dokumen lain yang berasal dari masa yang sama atau berhubungan dengan Nabi Muhammad atau Madinah.

  • Memeriksa lukisan Mona Lisa yang disimpan di Louvre Museum di Paris, Prancis.

Lukisan ini diklaim sebagai karya Leonardo da Vinci pada abad ke-16 Masehi yang menggambarkan Lisa Gherardini, istri dari Francesco del Giocondo. Kritik ekstern dilakukan dengan memeriksa bahan lukisan (kayu pohon poplar), gaya lukisan (Renaissance), teknik lukisan (sfumato), dan ekspresi wajah (senyum misterius). Selain itu, kritik ekstern juga membandingkan lukisan ini dengan lukisan lain yang dibuat oleh Leonardo da Vinci atau pelukis lain pada masa yang sama atau berhubungan dengan Lisa Gherardini atau Francesco del Giocondo.

Kritik Intern

Kritik intern adalah langkah kedua dalam penelitian sejarah yang bertujuan untuk menilai kredibilitas sumber sejarah. Kredibilitas sumber sejarah adalah kebenaran atau ketepatan informasi yang disampaikan oleh sumber sejarah. Dengan kata lain, kritik intern bertanya apakah sumber sejarah memberikan informasi yang objektif, logis, konsisten, dan sesuai dengan fakta sejarah. Kritik intern dilakukan dengan memeriksa aspek isi sumber sejarah. Diantaranya seperti tujuan, sudut pandang, motif, latar belakang, kesaksian, bukti, argumen, atau kesimpulan. Kritik intern juga membandingkan sumber sejarah dengan sumber lain yang berbeda atau bertentangan untuk mencari persamaan atau perbedaan.

Contoh Kritik Intern

Contoh kritik intern adalah sebagai berikut:

  • Memeriksa buku Mein Kampf yang ditulis oleh Adolf Hitler pada tahun 1925-1926 Masehi.

Buku ini adalah otobiografi dan manifesto politik Hitler yang mengungkapkan ideologi Nazi dan rencana untuk menguasai Eropa. Kritik intern dilakukan dengan memeriksa tujuan (mempengaruhi opini publik), sudut pandang (antisemitisme), motif (balas dendam), latar belakang (pengalaman perang), kesaksian (pembenaran diri), bukti (propaganda), argumen (rasisme), dan kesimpulan (perang dunia). Kritik intern juga membandingkan buku ini dengan buku lain yang ditulis oleh orang yang berbeda atau bertentangan dengan Hitler atau Nazi.

  • Memeriksa film Schindler’s List yang disutradarai oleh Steven Spielberg pada tahun 1993 Masehi.

Film ini adalah adaptasi dari novel Schindler’s Ark karya Thomas Keneally yang menceritakan kisah nyata Oskar Schindler. Beliau adalah seorang pengusaha Jerman yang menyelamatkan lebih dari seribu orang Yahudi dari Holocaust. Kritik intern dilakukan dengan memeriksa tujuan (mengenang korban Holocaust), sudut pandang (simpati), motif (edukasi), latar belakang (penelitian historis), kesaksian (saksi mata), bukti (dokumenter), argumen (humanisme), dan kesimpulan (harapan). Kritik intern juga membandingkan film ini dengan film lain yang dibuat oleh orang yang berbeda atau bertentangan dengan Spielberg atau Schindler.

Baca Juga : 3 Unsur Penting dalam Sejarah: Apa Saja dan Bagaimana Hubungannya?

 

Kesimpulan

Terdapat dua langkah penting dalam penelitian sejarah yang bertujuan untuk menilai keaslian dan kredibilitas sumber sejarah yaitu kritik ekstern dan intern. Kritik ekstern memeriksa aspek fisik sumber sejarah untuk menentukan asal-usulnya. Kritik intern memeriksa aspek isi sumber sejarah untuk menentukan informasinya. Adanya perbedaan antara kritik ekstern dan intern dapat saling melengkapi dan membantu peneliti sejarah untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang masa lalu.

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *