Tips dan Trik Perhitungan Pondasi Footplat yang Akurat dan Efisien

Pondasi Footplat
Pondasi footplat adalah salah satu jenis pondasi yang banyak digunakan untuk bangunan-bangunan bertingkat, terutama di daerah-daerah yang beriklim tropis dan rawan banjir. Pondasi footplat memiliki kelebihan seperti sirkulasi udara yang baik, pemandangan yang luas, dan perlindungan dari hewan liar. Namun, pondasi cakar ayam juga memiliki kelemahan seperti biaya pembangunan yang tinggi, kesulitan akses, dan kurangnya privasi.

Untuk membuat pondasi footplat yang akurat dan efisien, Anda perlu melakukan perhitungan yang tepat mengenai luas, volume, material, biaya, dan waktu pembangunan pondasi footplat. Dalam artikel ini, kami akan memberikan beberapa tips dan trik perhitungan pondasi cakar ayam yang akurat dan efisien. Simak terus artikel ini!

1. Tentukan Ukuran dan Jumlah Pondasi Footplat

Langkah pertama dalam perhitungan pondasi footplat adalah menentukan ukuran dan jumlah pondasi footplat yang dibutuhkan. Ukuran pondasi footplat tergantung dari beban struktur bangunan di atasnya, jenis tanah, dan ketinggian bangunan. Umumnya, ukuran pondasi footplat berkisar antara 80×80 cm hingga 100×100 cm dengan tebal 25 cm hingga 30 cm. Jumlah pondasi cakar ayam tergantung dari jumlah titik struktur bangunan di atasnya, seperti kolom atau tiang. Anda dapat menghitung jumlah pondasi footplat dengan mengacu pada denah bangunan.

2. Hitung Luas Permukaan Pondasi Footplat

Langkah kedua dalam perhitungan pondasi footplat adalah menghitung luas permukaan pondasi footplat. Luas permukaan pondasi footplat dibutuhkan untuk menghitung kebutuhan material seperti pasir urug, besi tulangan, beton, dan bekesting. Berikut cara menghitungnya:

  • Hitung panjang dan lebar dari pondasi footplat. Multipikasikan panjang dengan lebar untuk mendapatkan luas permukaan pondasi footplat.
  • Kalikan luas permukaan pondasi footplat dengan jumlah pondasi footplat untuk mendapatkan total luas permukaan pondasi footplat.

3. Hitung Volume Pondasi Footplat

Langkah ketiga dalam perhitungan pondasi footplat adalah menghitung volume pondasi footplat. Volume pondasi footplat dibutuhkan untuk menghitung kebutuhan material seperti beton. Berikut cara menghitungnya:

  • Hitung tebal dari pondasi footplat. Multipikasikan tebal dengan luas permukaan pondasi footplat untuk mendapatkan volume pondasi footplat.
  • Kalikan volume pondasi footplat dengan jumlah pondasi footplat untuk mendapatkan total volume pondasi footplat.

4. Hitung Kebutuhan Material Pondasi Footplat

Langkah keempat dalam perhitungan pondasi footplat adalah menghitung kebutuhan material pondasi footplat. Material yang dibutuhkan untuk membuat pondasi footplat antara lain pasir urug, besi tulangan, beton, dan bekesting. Berikut cara menghitungnya:

  • Pasir urug: Pasir urug digunakan sebagai alas sebelum pengecoran beton. Umumnya, pasir urug memiliki ketebalan 5 cm hingga 10 cm. Anda dapat menghitung kebutuhan pasir urug dengan cara mengalikan luas permukaan pondasi footplat dengan ketebalan pasir urug.
  • Besi tulangan: Besi tulangan digunakan sebagai rangkaian struktur beton. Umumnya, besi tulangan memiliki diameter 12 mm hingga 16 mm. Anda dapat menghitung kebutuhan besi tulangan dengan cara mengacu pada gambar detail potongan pondasi footplat . Anda dapat menghitung panjang besi tulangan yang dibutuhkan untuk setiap pondasi footplat, kemudian menjumlahkannya untuk mendapatkan total panjang besi tulangan. Anda juga perlu memperhitungkan sambungan dan sisa besi tulangan.
  • Beton: Beton ini adalah campuran dari semen, pasir, kerikil, dan air. Umumnya, beton memiliki perbandingan campuran 1 PC : 2 pasir : 3 kerikil atau 1 PC : 3 pasir : 5 kerikil. Anda dapat menghitung kebutuhan beton dengan cara mengalikan volume pondasi footplat dengan faktor pengali 1,5 untuk mendapatkan volume beton kering. Kemudian, Anda dapat menghitung kebutuhan semen, pasir, dan kerikil dengan cara membagi volume beton kering dengan jumlah perbandingan campuran. Misalnya, jika volume beton kering adalah 1 m3 dan perbandingan campuran adalah 1 PC : 2 pasir : 3 kerikil, maka kebutuhan semen adalah 1/6 m3, kebutuhan pasir adalah 2/6 m3, dan kebutuhan kerikil adalah 3/6 m3.
  • Bekesting: Bekesting ini adalah cetakan yang terbuat dari kayu papan atau triplek, sebelum melakukan pengecoran. bekesting ini kita buat untuk mengecor tiang kolom struktur di atas footplat. Bahan yang dibutuhkan adalah triplek, kayu reng, kayu kaso, paku, dan lain-lain. Anda dapat menghitung kebutuhan bekesting dengan cara menghitung luas permukaan pondasi footplat yang akan dicetak. Anda juga perlu memperhitungkan kayu reng, kayu kaso, paku, dan lain-lain.

Baca juga : Mengapa Arsitektural Bambu Menjadi Tren di Dunia

5. Hitung Biaya Pembangunan Pondasi Footplat

Langkah kelima dalam perhitungan pondasi footplat adalah menghitung biaya pembangunan pondasi footplat. Biaya pembangunan pondasi footplat terdiri dari biaya material dan biaya tenaga kerja. Berikut cara menghitungnya:

  • Biaya material: Biaya material dapat dihitung dengan cara mengalikan kebutuhan material dengan harga satuan material. Anda dapat mencari harga satuan material di toko-toko bangunan terdekat atau di internet .
  • Biaya tenaga kerja: Biaya tenaga kerja dapat dihitung dengan cara mengalikan jumlah pondasi footplat dengan upah satuan tenaga kerja. Anda dapat mencari upah satuan tenaga kerja di daerah Anda atau di internet .
  • Total biaya pembangunan pondasi footplat: Total biaya pembangunan pondasi footplat dapat dihitung dengan cara menjumlahkan biaya material dan biaya tenaga kerja.
NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *