Cara Menghitung Struktur Kolom dalam Arsitektur

Struktur Kolom

Cara Menghitung Struktur Kolom dalam Arsitektur dengan Rumus dan Contoh Soal

Struktur kolom adalah elemen struktural yang meneruskan beban dari bangunan atas ke pondasi. Struktur kolom harus dirancang dengan memperhatikan aspek-aspek seperti bentuk, ukuran, material, dan teknik pemasangan. Juga harus memenuhi syarat-syarat kekuatan, kestabilan, dan keamanan agar dapat menahan beban dan gaya yang bekerja pada bangunan.

Lalu, bagaimana cara menghitung struktur kolom dengan rumus dan contoh soal? Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

1. Menentukan dimensi struktur kolom

Dimensi struktur kolom meliputi panjang, lebar, dan tinggi struktur kolom. Dimensi struktur kolom bergantung pada jenis bangunan, luas lahan, dan beban yang ditanggung oleh struktur kolom. Secara umum, dimensi struktur kolom harus lebih besar dari dimensi pondasi yang ada di bawahnya.

Untuk menentukan dimensi struktur kolom, Anda dapat menggunakan rumus berikut:

  • Panjang struktur kolom

          Panjang struktur kolom sama dengan tinggi bangunan ditambah dengan kedalaman pondasi. Misalnya, jika tinggi bangunan adalah 10 meter dan kedalaman pondasi adalah 2 meter, maka panjang struktur kolom adalah 10 + 2 = 12 meter.

  • Lebar struktur kolom

          Lebar struktur kolom sama dengan lebar pondasi ditambah dengan jarak antara dua kolom yang terdekat. Misalnya, jika lebar pondasi adalah 5 meter dan jarak antara dua kolom adalah 3 meter, maka lebar struktur kolom adalah 5 + 3 = 8 meter.

    • Tinggi struktur kolom

           Tinggi struktur kolom bergantung pada diameter besi tulangan yang digunakan untuk membuat struktur kolom. Secara umum, tinggi struktur kolom adalah 15 kali diameter besi tulangan. Misalnya, jika diameter besi tulangan adalah 12 mm, maka tinggi struktur kolom adalah 15 x 12 = 180 mm.

 

2. Menentukan material struktur kolom

Material struktur kolom meliputi material utama dan material tambahan yang digunakan untuk membuat struktur kolom. Material yang membentuk bagian utama dari struktur kolom, seperti beton atau kayu. Bahan yang membantu proses pembuatan atau pemasangan struktur kolom, seperti besi tulangan, kawat ikat, atau paku.

Untuk menentukan material struktur kolom, Anda dapat menggunakan rumus berikut:

  • Volume beton

           Volume beton adalah jumlah beton yang dibutuhkan untuk membuat struktur kolom. Sama dengan volume struktur kolom. Volume struktur kolom dapat dihitung dengan cara mengalikan panjang, lebar, dan tinggi struktur kolom. Misalnya, jika panjang struktur kolom adalah 12 meter, lebar struktur kolom adalah 8 meter, dan tinggi struktur kolom adalah 180 mm, maka volume struktur kolom adalah 12 x 8 x 0,18 = 17,28 meter kubik. Maka, volume beton yang dibutuhkan adalah 17,28 meter kubik.

  • Berat besi tulangan

           Berat besi tulangan adalah jumlah besi tulangan yang dibutuhkan untuk membuat struktur kolom. Berat besi tulangan bergantung pada diameter dan panjang besi tulangan yang digunakan. Secara umum, berat besi tulangan dapat dihitung dengan cara mengalikan luas penampang besi tulangan dengan panjang besi tulangan dengan massa jenis besi tulangan. Misalnya, jika diameter besi tulangan adalah 12 mm, panjang besi tulangan adalah 12 meter, dan massa jenis besi tulangan adalah 7850 kg/meter kubik, maka luas penampang besi tulangan adalah 3,14 x (0,012/2)^2 = 0,000113 meter persegi. Maka, berat besi tulangan yang dibutuhkan adalah 0,000113 x 12 x 7850 = 10,6 kg.

  • Jumlah kawat ikat

          Jumlah kawat ikat adalah jumlah kawat yang dibutuhkan untuk mengikat besi tulangan yang membentuk struktur kolom. Jumlah kawat ikat bergantung pada jarak antara dua besi tulangan yang diikat dan panjang kawat yang digunakan untuk mengikat satu pasang besi tulangan. Secara umum, jumlah kawat ikat dapat dihitung dengan cara mengalikan jumlah pasang besi tulangan dengan panjang kawat per pasang. Misalnya, jika jarak antara dua besi tulangan adalah 20 cm dan panjang kawat yang digunakan untuk mengikat satu pasang besi tulangan adalah 50 cm, maka jumlah pasang besi tulangan adalah (12/0,2) x (8/0,2) = 2400 pasang. Maka, jumlah kawat ikat yang dibutuhkan adalah 2400 x 0,5 = 1200 meter.

 

3. Menentukan teknik pemasangan struktur kolom

Teknik pemasangan struktur kolom meliputi teknik-teknik yang digunakan untuk memasang struktur kolom pada pondasi bangunan. Teknik pemasangan struktur kolom harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti agar struktur kolom dapat berfungsi dengan baik dan aman. Beberapa teknik pemasangan struktur kolom yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

  • Teknik bekisting

           Teknik bekisting adalah teknik pemasangan struktur kolom dengan cara membuat cetakan atau bingkai dari kayu atau logam yang sesuai dengan dimensi struktur kolom. Teknik bekisting bertujuan untuk membentuk dan menahan beton agar tidak meluber saat dituangkan ke dalam cetakan. Juga bertujuan untuk melindungi beton dari pengaruh cuaca dan lingkungan saat mengeras.

  • Teknik penulangan

           Teknik penulangan adalah teknik pemasangan struktur kolom dengan cara memasang besi tulangan yang telah dipotong dan diikat sesuai dengan ukuran dan bentuk struktur kolom. Teknik penulangan bertujuan untuk memberikan kekuatan dan ketahanan pada beton agar tidak mudah retak atau patah akibat beban atau gaya yang bekerja pada struktur kolom.

Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Baja Profil WF sebagai Bahan Konstruksi Arsitektur

  • Teknik pengecoran

           Teknik pengecoran adalah teknik pemasangan struktur kolom dengan cara menuangkan campuran beton yang terdiri dari semen, pasir, kerikil, dan air ke dalam cetakan atau bingkai yang telah dibuat sebelumnya. Bertujuan untuk mengisi dan membentuk beton sesuai dengan dimensi dan bentuk struktur kolom. Teknik pengecoran juga bertujuan untuk menghilangkan udara yang terperangkap dalam beton agar tidak menimbulkan pori-pori atau lubang pada beton.

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *