Mengenal Tatanan Masa Arsitektur

Bentuk Tatanan Massa
Cara Membaca dan Memahami Gaya Bangunan yang Mewakili Peradaban Manusia

Tatanan masa arsitektur adalah cara untuk mengelompokkan dan memahami bangunan-bangunan yang dibangun pada periode waktu tertentu, dengan ciri khas dan karakteristik tertentu. Tatanan masa arsitektur dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti geografi, iklim, agama, budaya, politik, teknologi, dan seni. Dengan mengetahui tatanan masa arsitektur, Anda dapat mengapresiasi nilai estetika, historis, dan budaya dari bangunan-bangunan yang Anda lihat.

Beberapa contoh tatanan masa arsitektur yang terkenal adalah:

– Arsitektur Kuno, yang mencakup bangunan-bangunan yang dibangun oleh peradaban Mesir, Yunani, Romawi, dan lain-lain. Bangunan-bangunan ini biasanya menggunakan bahan batu, kayu, tanah liat, dan logam, dengan bentuk geometris, simetris, dan monumental. Contoh bangunan arsitektur kuno adalah Piramida Giza, Parthenon, dan Colosseum.
– Arsitektur Gotik, yang berkembang di Eropa pada abad ke-12 hingga ke-16. Bangunan-bangunan ini menggunakan bahan batu bata, kaca patri, dan besi, dengan bentuk lancip, tinggi, dan ramping. Contoh bangunan arsitektur gotik adalah Notre Dame, Westminster Abbey, dan Katedral Chartres.
– Arsitektur Renaisans, yang muncul di Italia pada abad ke-14 hingga ke-16. Bangunan-bangunan ini menggunakan bahan marmer, batu, dan kayu, dengan bentuk harmonis, proporsional, dan elegan. Contoh bangunan arsitektur renaisans adalah Basilika Santo Petrus, Istana Uffizi, dan Villa Medici.
– Arsitektur Modern, yang berkembang di seluruh dunia pada abad ke-20. Bangunan-bangunan ini menggunakan bahan beton, baja, dan kaca, dengan bentuk sederhana, fungsional, dan eksperimental. Contoh bangunan arsitektur modern adalah Gedung Empire State, Museum Guggenheim, dan Opera Sydney.

Cara Membaca dan Memahami Gaya Bangunan

Untuk dapat membaca dan memahami gaya bangunan, Anda perlu memperhatikan beberapa aspek, seperti:

– Bentuk dan massa bangunan, yaitu susunan dan komposisi dari elemen-elemen bangunan, seperti dinding, atap, jendela, pintu, dan lain-lain. Bentuk dan massa bangunan dapat mencerminkan fungsi, estetika, dan identitas dari bangunan tersebut.
– Bahan dan warna bangunan, yaitu material dan pigmen yang digunakan untuk membangun dan mendekorasi bangunan. Bahan dan warna bangunan dapat menunjukkan teknologi, ketersediaan, dan preferensi dari pembangun dan pengguna bangunan.
– Ornamen dan detail bangunan, yaitu hiasan dan aksen yang ditambahkan pada bangunan untuk memberikan kesan artistik, simbolik, atau religius. Ornamen dan detail bangunan dapat mengungkapkan gaya, budaya, dan sejarah dari bangunan tersebut.

Untuk dapat membaca dan memahami gaya bangunan, Anda juga perlu mengetahui macam-macam gaya dalam struktur bangunan, yaitu:

Gaya tarik, yaitu gaya yang menarik elemen bangunan hingga terputus. Contoh elemen yang mengalami gaya tarik adalah kabel dan tali.
– Gaya tekan, yaitu gaya yang menekan elemen bangunan hingga hancur atau menekuk. Contoh elemen yang mengalami gaya tekan adalah kolom dan tiang.

Baca Juga: MAKET ARSITEKTUR  Apa itu, Fungsi, dan Jenis

– Gaya lentur, yaitu gaya yang membuat elemen bangunan menjadi melengkung. Contoh elemen yang mengalami gaya lentur adalah balok dan lantai.
– Gaya geser, yaitu gaya yang membuat elemen bangunan bergeser satu sama lain. Contoh elemen yang mengalami gaya geser adalah dinding dan pondasi.
– Gaya torsi, yaitu gaya yang membuat elemen bangunan berputar. Contoh elemen yang mengalami gaya torsi adalah poros dan roda.
– Gaya tumpu, yaitu gaya yang ditransfer antara elemen bangunan yang saling bersentuhan. Contoh elemen yang mengalami gaya tumpu adalah sendi dan baut.

NEXT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *